Saturday 27 December 2014

Penghargaan Desa Pagerwangi

Hari Senin, 22 Desember 2014

Laporan langsung dari Jakarta di Gedung Manggala Wanabakti

Hari ini besar, semoga bisa besar seterusnya..

Besar karena usaha, untuk berdiri sendiri. Program Karya Nyata Sosial yang mereka lakukan benar-benar di realisasikan dengan baik dan benar. Posyandu mereka buat menjadikan besar manfaatnya.

Penghargaan dari pemerintah pusat pun hadir. Bukan itu yang mereka banggakan, tapi justru mereka menjadi terpacu lagi untuk menyebarkan program ini keseluruh wilayah NKRI.

Pak Otang, Jajat Fathoni, Ibu Anies, Pak Atim, Ervan

Perwakilan masyarakat yang sederhana berunjuk gigi, untuk siap siap lagi melakukan lebih baik lagi untuk kesejahteran diri sendiri, rakyat, dan bangsa Indonesia.

Penghargaan buat desa Pagerwangi namanya Proklim. Penghargaannya untuk yang terbaik di bidang
Lingkungan Hidup.


http://www.menlh.go.id/proklim-aksi-lokal-adaptasi-dan-mitigasi-perubahan-iklim/


Penghargaan untuk Desa pagerwangi diberikan karena :

1. Penamanan pohon
Desa pagerwangi bukan hanya tanam pohon saja, tapi mempunyai nilai kuat dalam hal memelihara, mengatur hasil panin, dan mempunyai nilai ekonomi yang bermanfaat tinggi. Lengkap dengan laporan yang tranparan.

2. Resapan
Adanya kesadaran untuk peduli air dengan membuat sumur resapan dan biopori.

3. Gotong royong
Kesadaran yang tinggi, mudah untuk melakukan, dan mudah untuk dibina. Sadar mereka harus bersih dan sadara mereka harus sehat.

4. Dapur hidup
Metode yang sangat luar biasa, membuat gerobak dapur, ada media akuarium, tanam tanaman bumbu, memasak, dan lain2. Satu media banyak manfaat.

Informasi tentang Desa Pagerwangi bisa dilihat juga melalui:
https://twitter.com/Nu_Pagerwangi

Foto-foto selama acara penyerahan penghargaan:

 Upacara sebelum berangkat menuju gedung Manggala Wanabakti

 Penyerahan dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup















Bidang Pendidikan Lego


Setelah melalui proses koordinasi dan duduk rembuk menentukan kegiatan yang dapat dijalankan sebagai bentuk pengembangan bidang Pendidikan dari Program Karya Nyata Sosial, tahap pertama Program Pendidikan Lego telah berjalan dengan baik dengan melibatkan sahabat-sahabat dari Indolug (Indonesia Lego User Group) di Rumah Dapur Palem (Palem's Kitchen).

Program Pendidikan Lego gratis khusus untuk anak Pra Sejahtera yang pada awalnya berjalan seminggu sekali di hari Minggu Pagi, diharapkan dapat berjalan setiap hari dan melibatkan tim dari komunitas Indolug yang ada di seluruh Indonesia.



Pilot project yang sekarang ini dimulai di Palem's Kitchen, diharapkan dapat menjadi percontohan untuk sahabat-sahabat yang ingin menjalankan program serupa di daerahnya masing-masing. Dan komunitas Indolug yang pada awal terbentuk bertujuan untuk memfasilitasi kegiatan jual beli, investasi, pertukaran informasi mengenai Lego kini juga menjadi komunitas untuk berbagi dengan masyarakat sekitar khususnya masyarakat kurang mampu atau Pra Sejahtera. Sebagaimana telah diutarakan oleh pendiri Indolug, Subiyanto Hasnida dan sahabat-sahabat lain di video berikut.


Kegiatan yang berawal sebagai bentuk pengumpulan parts Lego bekas yang sudah tidak terpakai lagi, kemudian disumbangkan kepada anak-anak yang tidak mampu, berkembang menjadi bentuk kegiatan Pendidikan Lego yang juga melibatkan partisipasi dari individu sahabat-sahabat Indolug dalam bentuk kontribusi waktu membina anak-anak dan juga sumbang saran mengenai modul pendidikan yang akan diberikan.

Pendekatan Program Karya Nyata Sosial dalam pelaksanaan Pendidikan Lego diharapkan dapat membuat kegiatan itu lebih bermanfaat bagi bangsa dan negara Indonesia. Dimana nilai-nilai ataupun kebiasaan yang diharapkan akan hadir dalam diri setiap peserta adalah kebiasaan bermain Lego untuk belajar, berkarya dan saling berbagi dengan penuh kasih sayang.

Visi dan misi dari kegiatan ini adalah mengajak seluruh lapisan masyarakat sejahtera untuk peduli dan sayang kepada masyarakat pra-sejahtera tanpa membeda-bedakan agama, suku, budaya, adat istiadat, warna kulit dan bahasa. Dengan media Lego, diharapkan juga sebagai sarana untuk memberikan informasi permainan yang sehat terutama kepada anak-anak. Sehingga anak-anak bangsa Indonesia mempunyai pola pikir agamais, gotong royong toleransi dan tidak mempunyai potensi kriminal ataupun bersifat kekerasan.

Setiap adanya kegiatan, akan ada laporan baik dalam bentuk tertulis atau pun melalui media.

1. Kegiatan jual beli Lego (Perniagaan)

Dalam hal ini akan melibatkan para kader posyandu, guru honorer, guru PAUD untuk dibina dan diajarkan bagaimana cara menjual dan membeli atau mengatur hasil keuntungan serta strategi untuk tidak rugi, berjual beli menggunakan media lego. Hasil dari penjualan 100% untuk kegiatan program KNS.

2. Kelas Pendidikan Lego

·       Kegiatan pendidikan gratis ( khusus masyarakat pra sejahtera )
Pendidikan gratis dari umur 3 tahun sampai tak terhingga.
Berapapun umurnya tidak masalah untuk bermain lego, asalkan pesertanya yaitu masyarakat yang prasejahtera. Survey secara tertulis dilakukan agar kegiatan ini benar-benar tepat sasaran, tepat jumlah.
Fasilitator, sebagai sahabat yang mau berbagi apa saja atau memberikan segala informasi yang bijaksana sesuai dengan aturan Tuhan dengan media Lego, semoga dengan ini dapat menjaga persatuan dan kesatuan.

Pembagian kelas wajib dilakukan, agar penyampaian materi lebih mudah diberikan dan lebih mudah mereka menerima. Maka dari itu harus ada kegiatan survey terlebih dahulu. Lego bukan sebagai alat memancing mereka untuk berkeinginan membeli lego. Tapi lego, sebagai sarana memancing kreatifitas positif dan menekan hal-hal yang negatif yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga dan masyarakat. Pola pikir dan hati dibuat lebih menyenangkan.

·       Kegiatan pendidikan tidak gratis. Diperuntukan bagi masyarakat sejahtera. Hasil dari pembayaran uang kelas 100% akan digunakan untuk kegiatan program KNS. 



3. Investasi Lego untuk sedekah.
Membeli lego bermacam-macam tujuannya, ada yang hanya untuk koleksi pribadi, atau disimpan untuk dijual beberapa tahun lagi. Tapi dengan program ini, untuk menambahkan yang sudah ada dengan mengajak para pecinta lego, untuk melakukan hal yang bersifat peduli dan sayang.
Membeli lego dan dijual lagi dengan keuntungan yang bagus. 10 atau 20% hasil penjualannya untuk kegiatan Program Karya Nyata Sosial.

Koleksi Lego pribadi yang sudah bosan untuk dimainkan lagi, dapat dijual dengan harga yang mahal. Dengan kebebasan menentukan berapa porsi untuk sosial. Yang terutama di hati ikhlas. Misalnya dari keuntungan, 10% buat sosial atau bahkan 30%. Bebas, tidak aturan. Diukur dari hati yang ikhlas.


4. Kreatifitas tanpa batas dengan barang2 bekas
Membuat diorama atau maket untuk Lego yang bertema, tetapi dari barang - barang bekas seperti koran dibuat bubur koran berfungsi sebagai gunung atau tembok dan masih banyak lagi. Kurang lebih 50 persen Lego dan 50 persen bahan sampah daur ulang.

Tujuannya adalah memanfaatkan sampah yang ada disekitar kita, meningkatkan kreatifitas kita bahkan hingga memiliki nilai ekonomi, karena jika ada yang tertarik kenapa tidak dijual.
Cita-cita kedepannya memperdayakan masyarakat untuk menghasilkan sesuatu yang dapat menunjang Lego menjadi lebih OK, seperti buat diorama atau maket. Sehingga menjadi sumber mata pencarian baru.



5. Laporan
Semua kegiatan yang kami lakukan baik urusan kecil maupun besar semuanya tertulis. Kami juga akan membuat laporan ke kantor pusat Lego. Kalo bisa kita diakui, disetujui. Masa iya ngak ada jalan... Pasti ada.
5 point di atas masih terus dibenahi, masih dimusyawarahkan, di uji coba


Diharapkan agar sahabat-sahabat fasilitator yang terlibat dapat secara konsisten hadir untuk anak-anak. Konsisten yang tersistem dengan bahasa yang sama membina masing masing individu. 

Indolug South Jakarta siap akan datang, hadir sebagai perpanjangan tangan, sebagai perwakilan daerah tetapi tidak menutup diri, terbuka buat siapa saja dan dimana saja. Dengan menggunakan Program Karya Nyata Sosial ( KNS ) diharapkan lebih bermanfaat bagi bangsa dan negara indonesia.