Thursday, 27 December 2012

Jokowi Yakin Sumur Resapan Mampu Atasi Banjir

Penulis : Kurnia Sari Aziza | Rabu, 26 Desember 2012 | 11:54 WIB


Jokowi Yakin Sumur Resapan Mampu Atasi BanjirKurnia Sari AzizaGubernur DKI Jakarta Joko Widodo (berkemeja putih) didampingi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Ery Basworo (memakai topi). Jokowi 'nyebur' meninjau banjir Bukit Duri, Jakarta, Senin (24/12/2012).

JAKARTA, KOMPAS.com
 - Untuk mengatasi permasalahan banjir di Ibu Kota, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan membangun sumur resapan. Sumur resapan itu diyakini oleh Jokowi berperan besar untuk dapat mengurangi banjir.

"Ada dua manfaatnya. Selain mengurangi debit air yang ada juga bisa memperbaiki kualitas air tanah," kata Jokowi di Lapangan IRTI Monas, Jakarta, Rabu (26/12/2012).

Jokowi menjelaskan, manfaat sumur resapan dan biopori berbeda jauh. Menurutnya, melalui pembangunan sumur resapan diyakini dapat mempercepat proses resapan tanah daripada hanya dengan menggunakan biopori.

"Biopori ini kan hanya pendek, 1 meter atau 50 cm. Kalau sumur resapan nanti sampai 100-200 m ke bawah. Nanti langsung masuk ke dalam," tutur Jokowi.

Cara tersebut juga diyakini Jokowi dapat mencegah banjir selain melalui proyek kanal dan normalisasi kali. "Kalau tidak ada sumur resapan, ya serapan air ke bawah enggak bagus dan kualitas air tanah akan menjadi semakin tidak baik," kata Jokowi.

Oleh karena itu, Jokowi merencanakan untuk mengajukan sebanyak 10.000 sumur resapan di tahun 2013 mendatang. Setelah APBD 2013 disahkan, Jokowi mengklaim akan langsung menggerakkan untuk pembangunan sumur resapan.

"Pokoknya nanti APBD 2013 diketok, langsung jalan," ujarnya.

Selain itu, Jokowi juga akan meminta bantuan kepada marinir dan Kopassus untuk membersihkan gorong-gorong agar tidak tersumbat dengan sampah-sampah. Dengan  begitu, kata dia, air dapat mengalir dengan lancar dan tidak mengakibatkan banjir, terutama tidak menggenangi jalan protokol Ibu Kota yang dapat melumpuhkan aktivitas dan kegiatan ekonomi masyarakat Jakarta.

Editor :
Ana Shofiana Syatiri

No comments:

Post a Comment